会员登录 - 用户注册 - 设为首页 - 加入收藏 - 网站地图 tomantoto TVRI: Antusiasme Piala Dunia 2026 terus terasa !

tomantoto TVRI: Antusiasme Piala Dunia 2026 terus terasa 

时间:2026-04-06 18:53:09 来源:高抬贵手网 作者:ekonomi 阅读:776次

Jakarta (ANTARA) - Televisi Republik Indonesia (TVRI),tomantoto selaku pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia, menyatakan bahwa antusiasme masyarakat menyambut turnamen empat tahunan itu terus terasa di tanah air.

"Antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia 2026 sudah terasa jauh sebelum pertandingan dimulai. Setiap hari ada percakapan, ada konten, ada emosi yang terus bergerak. Piala Dunia memiliki daya tarik seperti cerita berseri, membuat publik ingin terus mengikuti dan menantikan pertandingan berikutnya," ujar Koordinator Media Center Siaran Piala Dunia 2026 TVRI Ezki Suyanto, dikutip dari pernyataan resmi, Minggu.

Pihak TVRI menyatakan, percakapan soal Piala Dunia 2026 tersaji di berbagai kota di Indonesia, mulai dari warung kopi, kampus hingga ruang keluarga.

Pembicaraannya menyangkut beberapa hal termasuk mengenai negara unggulan, pemain bintang, jadwal pertandingan, hingga rencana nonton bersama.

Selain itu, fenomena tersebut juga semakin menguat di media sosial seperti TikTok, Instagram dan X, yang dipenuhi konten kreatif bertema Piala Dunia 2026, mulai dari video reaksi penggemar, prediksi skor, mengenang momen legendaris Piala Dunia sebelumnya, hingga tren konten ber-tagar#RoadToWorldCup2026 dan #NontonPialaDunia.

Interaksi digital tersebut, menurut TVRI, menunjukkan bahwa Piala Dunia bukan sekadar tontonan, melainkan bagian dari budaya populer dan percakapan kolektif masyarakat.

Baca juga: TVRI: Siaran Piala Dunia 2026 punya efek candu seperti "dracin"

Oleh karena itu, Ezki menegaskan, TVRI sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 menganggap antusiasme tersebut sebagai energi positif untuk menghadirkan siaran yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

TVRI memosisikan Piala Dunia 2026 sebagai momentum kebersamaan nasional, di mana publik dapat menikmati pertandingan secara mudah, berkualitas, dan merata dari Sabang hingga Merauke.

Ezki memaparkan, siaran Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan pertandingan, tetapi juga pengalaman menonton yang membangun kedekatan emosional dengan pemirsa.

Melalui pendekatan siaran yang adaptif dengan ekosistem digital, dia menambahkan, TVRI berupaya menjadikan Piala Dunia sebagai ruang interaksi publik, baik di layar televisi maupun di media sosial.

Bukan cuma itu, euforia Piala Dunia itu diyakini berdampak pada meningkatnya aktivitas sosial masyarakat, seperti nonton bareng di ruang publik, kegiatan komunitas, hingga pergerakan ekonomi lokal di berbagai daerah.

Momentum itu memperlihatkan bahwa Piala Dunia 2026 bukan hanya peristiwa global, tetapi juga peristiwa sosial yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, TVRI berkomitmen menghadirkan siaran Piala Dunia FIFA 2026 sebagai tontonan yang menyatukan, menghibur, dan menguatkan rasa kebangsaan.

Itu menjadikan pesta sepak bola dunia tersebut benar-benar milik seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga: TVRI modernisasi penyiaran demi hadirkan Piala Dunia ke pelosok negeri

Baca juga: TVRI siarkan Piala Dunia 2026, perkuat peran layanan publik

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

(责任编辑:teknologi)

相关内容
  • Rusia rancang resolusi DK PBB demi dorong gencatan senjata di Timteng
  • Sergio Castel tak alami cedera serius seusai laga kontra Persebaya
  • Pelatih Persebaya puji mental pemain usai tahan imbang Persib
  • Persis Solo jaga asa bertahan setelah kalahkan Persik 2
  • Pelatih Persib: Laga lawan Persebaya akan berlangsung sengit
  • Libas Persebaya 5
  • Persita perpanjang penderitaan Madura United dengan kemenangan 4
  • PSSI tunjuk Jatim tuan rumah Piala AFF U17 2026
推荐内容
  • Gustavo Franca: Malut United siap raih tiga poin hadapi PSM Makassar
  • Alasan Hector Souto bawa skuad berbeda di Kejuaraan ASEAN Futsal 2026
  • TVRI: Antusiasme Piala Dunia 2026 terus terasa 
  • Persija tegaskan tak ada niat diskriminatif terhadap Borneo
  • Kontra Bali, Persijap berharap ulangi performa seperti lawan Persebaya
  • PWI kecam dugaan intimidasi wartawan pada laga Malut lawan PSM